Perangkat Keras Jaringan
1. REPEATER
Alat yang digunakan untuk menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN
dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli
pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Dengan adanya
repeater ini jarak antarjaringan komputer dapat dibuat lebih jauh.
2.Konektor RJ 45
Kabel RJ-45 adalah kabel Ethernet yang biasa digunakan dalamopologi
jaringan komputer LAN maupun jaringan komputer tipe lainnya. Konektor
RJ-45 ini memiliki konfigurasi dua macam, sesuai dengan perangkat yang
ingin dihubungkannya.
3. Modem
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan
bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (carrier)
dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang
memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal
pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan
baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah
alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh
dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT,
Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih
dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi
pada komputer.
Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem
untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat
dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan
radio.
Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal
digital kembali dan dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua jenis
modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal dan modem internal.
4. Kabel Jaringan
Kabel yang biasa digunakan dalam jaringan ada 3 jenis, yaitu: 1.
Coaxial Kabel ini sering digunakan untuk antena televisi dan transmisi
telepon jarak jauh. Konektornya adalah BNC (British Naval Connector).
Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu: - coaxial baseband (kabel 50 ohm)
–digunakan untuk transmisi digital. - coaxial broadband (kabel 75 ohm)
–digunakan untuk transmisi analog. Tipe kabel coaxial juga dibagi 2,
yaitu: - thin (thinnet) –lebih fleksibel, lebih gampang digunakan, dan
lebih murah daripada kabel thick. - Thick (thicknet) –lebih tebal,
susah dibengkokkan, jangkauannya labih jauh daripada thin, dan harganya
lebih mahal daripada thin. Kelebihan: - hampir tidak terpengaruh noise
- harga relatif murah Kelemahan: - penggunaannya mudah dibajak - thick
coaxial sulit untuk dipasang pada beberapa jenis ruang 2. Twisted Pair
Kabel ini sering digunakan pada kabel telepon. Pada komputer
konektornya adalah RJ-45. Kabel ini terbagi menjadi 2, yaitu: 1. STP
(Shielded Twisted Pair) –di dalamnya ada satu lapisan pelindung kabel
internal yang fungsinya melindungi data dari gangguan pada saat
ditransmisikan. 2. UTP (Unshielded Twisted Pair) –tidak memiliki
lapisan pelindung. Kelebihan: - harga relatif paling murah di antara
kabel jaringan lainnya - mudah dalam membangun instalasi Kelemahan: -
jarak jangkau hanya 100 m dan kecepatan transmisi relatif terbatas (1
Gbps) - mudah terpengaruh noise (gangguan) 3. Fiber Optic (Serat Optik)
Ukuran kabel ini kecil dan terbuat dari serat optik. Kabel ini dibagi
menjadi 2, yaitu: 1. multi mode –penjalaran cahaya dari satu ujung ke
ujung lainnya pada kabel jenis ini dapat melalui beberapa lintasan
cahaya karena diameter intinya (core) cukup besar (50 mm). 2. single
mode –diameter intinya hanya 3-10 mm sehingga penjalaran cahaya hanya
dapat melalui satu lintasan. Kelebihan: - ukuran kecil dan ringan -
sulit dipengaruhi interferensi/ gangguan - redaman transmisinya kecil -
bidang frekuensinya lebar Kelemahan: - instalasinya cukup sulit - tidak
fleksibel - harga relatif mahal




0 komentar:
Posting Komentar